Rangkaian Karya Panca Bali Krama di Pura Besakih

Puncak Karya, 'Nunas' Nasi TawurPADA puncak Karya Panca Bali Krama, Rabu (25/3), seluruh krama/umat Hindu patut ikut menyukseskan pelaksanaan karya tersebut dan yasa kerti yang dilaksanakan adalah:Nunas Tirta dan Nasi Tawur. Utusan/perwakilan desa pakraman/kecamatan agar datang ke Pura Besakih sekitar pukul 10.00 wita dengan membawa sujang untuk tempat Tirta Tawur serta daksina pejati dan perlengkapan persembahyangan, guna mohon Nasi Tawur dan Tirta Tawur untuk disebarkan dan dipercikkan di wilayah masing-masing.

Masing-masing wilayah juga melaksanakan Pacaruan/Tawur Kasanga sebagaimana biasa, waktu pelaksanaan diatur sbb: Di tingkat provinsi dan kota/kabupaten dilaksanakan pada siang hari pukul 12.00 wita. Di tingkat desa dan banjar dilaksanakan pada sore hari pukul 18.00 wita, tingkat pacaruan/tawur sebagaimana biasa, sesuai dengan dresta setempat.

Sementara upacara di parhyangan; untuk Pura Kahyangan Desa, Pura Swagina, Pura Keluarga (Kawitan/Dadia/Panti/Paibon/sejenisnya) mengaturkan Daksina Pejati, Sodan Putih Kuning, Canang Sari dan Canang Yasa beserta kelengkapannya, turut ngertiang kerahayuan jagat.

Adapun di rumah tangga: di Palinggih Kemulan (Rong 3) mengaturkan Daksina Pejati, Canang Sari, Soda Putih Kuning dan Tipat Kelanan. Di halaman/natar sanggah/merajan mengaturkan Segehan Manca Warna maiwak Bawang Jahe. Di halaman rumah mengaturkan Segehan Manca Warna maulam Bawang Jahe. Di halaman luar/jaba lebuh mendirikan Sanggah Cucuk, ditanam sebelah kanan pintu rumah, banten munggah di Sanggah Cucuk yakni Peras Panyeneng, Tumpeng Adanan, maulam ati magoreng miwah taluh madadar, Sulang agancet madaging tuak dan arak. Di bawah Sanggah Cucuk mengaturkan: Segehan Manca Warna 9 tanding, ulam-nya olahan Ayam Brumbun, lengkap dengan tetabuhan, diaturkan kepada Sang Butha Raja dan Sang Kala Raja. Segehan Cacahan 108, ulam-nya jejeron matah, disertai Segehan Agung I tanding, tetabuhan tuak, arak, berem, air, diaturkan kepada Sang Bhuta Bala dan Kala Bala. Segehan Sapunjung, iwak babi ingolah lembat asem.

Sementara itu untuk upakara Daksina Pejati di Palinggih Parhyangan dan Palinggih Rong 3, nyejer hingga panyineban upacara Panca Bali Krama dan setiap harinya mengaturkan Canang Sari, ngertiang karya, nunas kerahayuan jagat. (kmb)
Admin
Admin Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web kami (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us