Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Rangkaian Panca Bali Krama "Nyukat Genah" di Besakih

Setelah Nuwasen dan Nunas Tirta Pangandeg lan Pamarisudha 25 Februari 2009, rangkaian Karya Panca Bali Krama dan Batara Turun Kabeh di Pura Besakih berlanjut dengan pelaksanaan upacara Nyukat Genah di Bencingah Agung Besakih, Jumat (6/3) kemarin. Upacara ini di-puput Ida Pedanda Gde Putra Tembau dari Geria Aan, Klungkung.

Nyukat Genah merupakan upacara untuk memetakan tempat sanggar tawang yang nantinya dibangun di lokasi upacara. Ada lima sanggar tawang yakni ditempatkan pada empat arah (timur, barat, utara dan selatan) serta di tengah-tengah. 'Secara keseluruhan, pemetaan mesti dilakukan berdasarkan sukat (ukuran) Wiku Manggala. Termasuk padanan juga mesti sesuai petunjuk Wiku Manggala,' ungkap pemangku yang juga Ketua Seksi Upakara Panitia Karya Agung Panca Bali Krama dan Batara Turun Kabeh di Pura Besakih, Gusti Mangku Jana.

Nyukat Genah diikuti sejumlah pemangku, panitia dan krama. Beragam bebantenan melengkapi pelaksanaan upacara, di antaranya suci upasaksi, peras santun dan pacaruan sebagai simbol pembersihan sekaligus pamarisudha lokasi upacara.

Memohon agar upacara berlangsung lancar. Nyukat Genah diawali dari sudut bagian timur, selanjutnya ke arah barat dan keliling di semua sudut. Termasuk penentuan titik tengah. Menggunakan benang dan meteran serta membubuhkan garis dengan menggunakan kapur untuk memperjelas batas-batas yang sudah ditentukan. 'Setelah Nyukat Genah, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan beberapa bangunan upacara. Seperti sanggar tawang, panggungan, pawedan dan lainnya,' tandas Mangku Jana.

Bangunan-bangunan itu sudah harus tuntas hingga terhias Rabu (18/3) mendatang. Sebab, Jumat (20/3) dua hari berikutnya, dilanjutkan dengan panedunan Ida Batara kabeh.

Di pihak lain, masyarakat secara individu, berkelompok ataupun lembaga terus berdatangan ngaturang ayah di Pura Besakih. Laki-laki membantu pekerjaan ngawit nancebang bangunan. Ada juga ngayah membuat perlengkapan upakara. Sedangkan perempuan membuat beragam jajanan. Meski hujan mengguyur sejak tengah hari, kesibukan pangayah tak terhenti.

Di antara yang ngayah tersebut, tampak rombongan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali bergabung dengan rombongan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. Rombongan yang dikoordinir Kasi Pidsus Kejari Denpasar Ridwan Kadir dan Kasi Pidum Wayan Suwila serta diikuti langsung Kajari Denpasar I.B. Gede Siwananda, terlebih dahulu singgah di Pasraman Besakih untuk menyerahkan bantuan berupa 200 buah baju kaos putih, 80 buah sapu lidi bertangkai dan kantung plastik (kantung sampah). Bantuan diserahkan kepada Bendesa Adat Besakih yang juga Ketua Panitia Wayan Gunatra.

'Ini merupakan inisiatif pegawai. Mereka sukarela menghimpun dana untuk dibelikan bantuan yang disumbangkan,' tandas IB Siwananda. Ngayah bersama dan penyerahan bantuan diharapkan dapat meringankan tugas panitia. Sekaligus bentuk rasa memiliki. 'Bukan hanya pegawai beragama Hindu, di luar umat Hindu juga ikut serta,' tambahnya. (kmb20)