Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Bertapa Untuk Mengendalikan Pikiran

Bertapa Untuk Mengendalikan Pikiran berdasarkan Ajaran Bhagavad Gita

Untuk menegakkan kehidupan yang baik yang disebut Satwika perlu melakukan pengendalian badan, kata-kata dan pikiran melalui berbagai kegiatan yang disebut tapa. Dengan melakukan tiga tapa (tindakan, ucapan, dan pikiran), kita dapat hidup menjauhi hidup yang dikuasai oleh Guna Rajah dan Tamah. Bertapa untuk mengendalikan pikiran disebut dalam Bhagavad Gita XVII.16; TAPA MAANASA, yaitu:

(1) MANAH PRASADA, artinya: berpikiran yang tenang,

(2) SAUMYATWAM, artinya berpikiran lemah lembut tanpa memberikan pikiran untuk mengembangkan tipu daya pada orang lain,

(3) MAUNA, artinya melatih untuk menyaring pikiran yang boleh dan pantas dang yang tidak pantas dikeluarkan,

(4) ATMA WINIGRAHAH, artinya menguatkan suara hati nurani sebagai suara Sang Hyang Atma sebagai sumber kontrol terpenting dalam diri,

(5) BHAWASAMSUDDHIR, artinya selalu berusaha mengembangkan pikiran yang suci agar niat baik selalu dapat ditumbuhkan. Orang yang selalu mengekang pikirannya untuk memikirkan yang suci berarti tapa yang demikian itu dapat selalu menumbuhkan niat suci dalam diri.

Penjelasan lebih jauh bisa dibaca dalam buku "BERAGAMA PADA JAMAN KALI" yang disusun I Ketut Wiana, yang dipasarkan Pustaka Bali Post.