Dunia Ini Tidak Abadi

Pada unsur Dunialah terjadi proses daur ulang, proses pertumbuhan dan kematian sel. Berjuta - juta sel tubuh kita sudah mati secara proses apoptosis ketika kita selesai membaca sebuah kata. Dan pada saat yang sama berjuta-juta sel akan terbentuk secara proses mitosis. Tubuh kita bagaikan sungai atom. Tidak seorangpun mampu berdiri ditepi sungai untuk melihat air yang sama. Air terus mengalir. Terus diganti. Tubuh kita berubah trilliunan kali perdetik pada tingkat atom, milliyaran kali perdetik pada tingkat molekul dan jutaan kali perdetik pada tingkat sel. Semuanya ini diatur oleh DNA. DNA adalah molekul sat gula dan protein biasa. Tetapi menjadi begitu cerdas ketika berada dalam inti sel. DNA bagaikan mesin built up super canggih. Semuanya diatur oleh DNA. Kalau cuaca panas kita berkeringat, kalau cuaca dingin kita menggigil itu diatur oleh DNA. Kita tidur dimalam hari dan bangun disiang hari itupun diatur oleh DNA. Demikianlah sang bayipun tumbuh menjadi anak-anak setelah 5 tahun. Setelah itu dia meninggalkan masa kehidupan bayi, berarti terjadi kematian bayi lalu menjelma menjadi anak. Anak-anak punya usia 9 tahun lalu menjadi remaja dan remaja punya usia 6 tahun lalu memasuki masa dewasa, masa reproduksi atau berumah tangga. Dalam waktu 25 tahun setelah masa dewasa ini manusia mulai memasuki masa tua, kemudian kematian badan datang menjemput.

Dunia inipun masih sebuah konsep. Alam Raya inipun masih sebuah konsep. Einstein mengatakan energi yang membeku menjadi materi.

Berpusat pada Dunia berarti berpusat pada kenikmatan. Kenikmatan itu ada batasnya, ada titik jenuhnya dan akan menyebabkan kita tidak puas. Kaum Hyppies di Eropah yang sudah mencapai titik jenuh kenikmatan karena tidak kurang suatu apa, akhirnya setelah batas semua nikmat tersebut terlampaui mereka menjadi kebingungan mencari makna hidup sehingga ia melarikan diri dan menghamba pada narkoba. Ia menganggap narkoba adalah Tuhannya..

Dalam diri manusia, badan berposisi sebagai ilusi. Badan kita pasif. Badan akan ikut bergerak kemana saja sesuai perintah tuannya. Ketika kita akan mengambil sesuatu maka tangan akan bergerak melayani. Ketika kita ingin berlari maka kaki akan berlari melayani . Badan adalah pelayan yang setia. Badan adalah sebuah hadiah, sebuah anugrah yang tak ternilai yang diberikan oleh Tuhan ibu alam semesta. Oleh karena itu bertrimakasihlah kepada badan yang telah melayani kita. Bertrimakasihlah kepada Tuhan yang maha pemurah. Kita harus menyayangi badan, memelihara dengan baik. Berikan dia makanan yang baik yang menyehatkan, berikan dia waktu istirahat yang cukup, dan waktu bergerak yang cukup. Jangan kejam terhadap badan. Jangan mengeksploitasi badan secara habis-habisan. Badan berada dibawah kendali keinginan. Oleh karena itu sering badan menjadi korban keinginan. Kadang –kadang karena ingin mengejar keinginan orang sering tidak memperhatikan badannya sehingga badannya tidak sempat istirahat dan akhirnya menderita sakit. Merokok berlebihan, minum alcohol berlebihan, bekerja berlebihan adalah bersumber dari keinginan, tetapi badan yang menderita akibatnya. Orang ingin bunuh diri tetapi badan yang akan mati, sehingga rohnya akan sangat menyesal setelah melihat badannya telah mati. Roh ini akan terlunta-lunta menunggu jatah badan yang baru. Penulis
Admin
Admin Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web kami (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us