Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Rerainan Hindu pada bulan November 2009

Rerainan Hindu pada bulan November 2009

Purnama Sasih kalima senin 2 November 2009
Rerainan purnama jatuh setiap 30 hari sekali. Pada hari ini seluruh pura - pura di Bali biasanya ramai oleh umat yang melakukan persembahyangan. Pada rerainan Purnama beryogalah Sang Hyang Candra (bulan) yang merupakan hari penyucian oleh Sang Hyang Rwa Bhineda yaitu Sang Hyang Surya dan Sang Hyang Candra. Rerainan Purnama merupakan sebuah momentum guna mengintrospeksi diri, bersujut dihadapan Tuhan dan kembali kepada keseimbangan (Rwa Bhineda) sekala dan niskala. Disamping itu pada rerainan Purnama vibrasi suci akan terpancar dari sinar rembulan sehingga sangat baik untuk melaksanakan yoga samadhi. Pada hari ini umat melakukan persembahyangan dimulai dari merajan / kemulan masing - masing, merajan dadia, Pura Kahyangan Tiga dan jika memungkinkan sangat baik untuk melakukan Tirta Yatra.

Anggara kasih Medangsia Selasa 3 November 2009
Anggara Kliwon adalah rerainan yang datang setiap pertemuan Saptawara Anggara dengan Pancarawa Kliwon. Pada rerainan ini Sang Hyang Ayu dan Sang Hyang Rudra beryoga melimpahkan anugrah beliau. Pada hari ini umat menghaturkan canang dan melakukan persembahyangan memohon wara nugraha beliau agar menglebur segala keletehan / kekotoran dunia.

kajeng Kliwon uwudan Minggu 8 November 2009
Rerainan kajeng kliwon datangnya setiap 15 hari sekali yaitu pada saat pertemuan Triwara Kajeng dengan Pancawara Kliwon. Kajeng Kliwon Uwudan adalah Kajeng Kliwon yang jatuh pada Pangelong atau periode hingga 15 hari setelah Purnama. Kajeng kliwon merupakan hari pemujaan terhadap Sanghyang Siwa, yang diyakini pada hari tersebut Sang Hyang Siwa bersemadi. Rerainan kajeng kliwon dipercaya sebagai hari yang keramat. Pada hari kajeng kliwon umat menghaturkan segehan yang dihaturkan kepada Sang Hyang Dhurga Dewi, di tanah segehan dihaturkan kepada Sang Bhuta Bucari, Sang Kala Bhucari dan Sang Dhurga Bucari.

Tilem Sasih Kalima Selasa 17 November 2009
Rerainan tilem merupakan pemujaan Sang Hyang Surya, tilem juga merupakan rerainan penyucian oleh Sang Hyang Rwa Bhineda yaitu Sang Hyang Surya dan Sang Hyang Candra, yang mempunyai makna sama dengan rerainan Purnama. Pada waktu Candra Graha (gerhana bulan) maka dilakukanlah pemujaan Candra Sthawa / Soma Sthawa, dan pada waktu Surya Graha (gerhana matahari) dilakukan pemujaan Surya Cakra Bhuwana Sthawa.

Buda Kliwon Pahang atau Buda Kliwon Pegat Uwakan Rabu 18 November 2009
Rerainan Buda Kliwon datang setiap pertemuan Pancawara Kliwon dengan Saptawara Buda dan nama belakangnya disesuaikan dengan nama wuku dimana pertemuan itu terjadi, misalnya jika terjadi pada wuku Sinta maka disebut buda klion sinta, jika pada wuku gumbreg disebut buda klion gumbreg dan selanjutnya. Pada rerainan Buda Klion umat hindu melakukan persembahyangan dan mengahturkan canang lengawangi buratwangi, yang dipersembahkan di merajan / kemulan Rong tiga dan juga di plangkliran, ditujukan kepada Sang Hyang Sri Nini. Pada malam harinya umat Hindu mengheningkan seluruh pikiran, dengan tujuan memohon kerahayuan dan kadirgayusan. Buda kliwon pahang juga disebut dengan Buda Kliwon Pegat Uwakan yang menandai berakhirnya rangkaian Hari Raya Galungan yang ditandai dengan mencabut penjor di muka rumah.

Kajeng Kliwon Enyitan Senin 23 November 2009
Rerainan kajeng kliwon datangnya setiap 15 hari sekali yaitu pada saat pertemuan Triwara Kajeng dengan Pancawara Kliwon. Kajeng Kliwon Nyitan adalah Kajeng Kliwon yang jatuh pada Pananggal atau periode hingga 15 hari setelah Tilem. Kajeng kliwon merupakan hari pemujaan terhadap Sanghyang Siwa, yang diyakini pada hari tersebut Sang Hyang Siwa bersemadi. Rerainan kajeng kliwon dipercaya sebagai hari yang keramat. Pada hari kajeng kliwon umat menghaturkan segehan yang dihaturkan kepada Sang Hyang Dhurga Dewi, di tanah segehan dihaturkan kepada Sang Bhuta Bucari, Sang Kala Bhucari dan Sang Dhurga Bucari.

Tumpek Krulut Sabtu 28 November 2009
Tumpek Klurut diperingati sebagai bentuk ucapan puji syukur atas anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berupa bunyi - bunyian (gambelan). pada hari ini umat menghaturkan sembah bhakti dan pemujaan dalam manifestasi beliau sebagai Sang Hyang Iswara dan memhon berkah semoga seni gambelan dapat selalu bertuah dan bermakna sehingga bisa menjadi sarana penuntun umat guna mencapai keseimbangan dan ketentraman.