Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Saraswati

Hari ini Sabtu, 19 Nopember 2011 umat Hindu di Bali merayakan Hari Saraswati atau Hari Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati dengan arti harfiah hari suci Saraswati adalah hari ulang tahun bagi ilmu pengetahuan atau Hari Diturunnya ilmu pengetahuan oleh Sang Hyang Widdhi. Perayaan Hari Saraswati ini jatuh setiap Saniscara Umanis Wuku Watugunung .

Dewi Saraswati digambarkan sebagai sosok wanita cantik, dengan kulit halus dan bersih, merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan suci akan memberikan keindahan dalam diri. Ia tampak berpakaian dengan dominasi warna putih, terkesan sopan, menunjukan bahwa pengetahuan suci akan membawa para pelajar pada kesahajaan. Saraswati dapat digambarkan duduk atau berdiri diatas bunga teratai, dan juga terdapat angsa yang merupakan wahana atau kendaraan suci darinya, yang mana semua itu merupakan simbol dari kebenaran sejati. Selain itu, dalam penggambaran sering juga terlukis burung merak.

Dewi Saraswati digambarkan memiliki empat lengan yang melambangkan empat aspek kepribadian manusia dalam mempelajari ilmu pengetahuan: pikiran, intelektual, waspada (mawas diri) dan ego. Di masing-masing lengan tergenggam empat benda yang berbeda, yaitu:
  1. Lontar (buku), adalah kitab suci Weda, yang melambangkan pengetahuan universal, abadi, dan ilmu sejati.
  2. Genitri (tasbih, rosario), melambangkan kekuatan meditasi dan pengetahuan spiritual.
  3. Wina (kecapi), alat musik yang melambangkan kesempurnaan seni dan ilmu pengetahuan.
  4. Damaru (kendang kecil).
Angsa merupakan simbol yang sangat populer yang berkaitan erat dengan Saraswati sebagai wahana (kendaraan suci). Angsa juga melambangkan penguasaan atas Wiweka (daya nalar) dan Wairagya yang sempurna, memiliki kemampuan memilah susu di antara lumpur, memilah antara yang baik dan yang buruk. Angsa berenang di air tanpa membasahi bulu-bulunya, yang memiliki makna filosofi, bahwa seseorang yang bijaksana dalam menjalani kehidupan layaknya orang biasa tanpa terbawa arus keduniawian.

Selain angsa, juga sering terdapat merak dalam penggambaran Dewi Saraswati, yang mana adalah simbol dari kesombongan, kebanggaan semu, sebab merak sesekali waktu mengembangkan bulu-bulunya yang indah namun bukan keindahan yang abadi.

Filosofi Penggambaran Dewi Sarasswati:
  1. Dewi simbol Kecantikan , bahwa ilmu Pengetahuan itu indah, cantik, menarik, dan lemah lembut dan mulia.
  2. Alat musik simbol, bahwa ilmu Pengetahuan itu seni budaya yang agung.
  3. Genetri simbol, bahwa ilmu pengetahuan itu tak terbatas dan kekal abadi.
  4. Pustaka suci simbol, bahwa itu sumber ilmu pengetahuan yang suci.
  5. Teretai simbol, bahwa ilmu pengetahuan itu merupakan kesucian Hyang Widhi.
  6. Angsa adalah simbol kebijaksanaan, Angsa bisa membedakan antara yang baik dan buruk.
Etika Pada Saat Hari Saraswati Puja.

Pustaka-pustaka (Kitab Suci), lontar-lontar, buku-buku dan alat-alat tulis menulis yang mengandung ajaran atau berguna untuk ajaran-ajaran agama, kesusilaan dan sebagainya, dibersihkan, dikumpulkan dan diatur pada suatu tempat, di pura, di pemerajan atau di dalam bilik untuk diupacarai
  • Pemujaan Saraswati dilakukan sebelum tengah hari.
  • Sebelum perayaan Saraswati, tidak diperkenankan membaca atau menulis.
  • Bagi yang melaksanakan Brata Saraswati tidak diperkenankan membaca dan menulis selama 24 jam.
Dalam mempelajari segala pangaweruh selalu dilandasi dengan hati Astiti kepada Hyang Saraswati, termasuk dalam hal merawat perpustakaan.

Puja Saraswati

Om, Brahma Putri Maha Dewi,
Brahmanya Brahma wandini,
Saraswati sayajanam, praja naya Saraswati.
Om, Saraswati dipata ya namah.

Om Saraswati namastubhyam
Varade kama rupini
Siddharambha karisyami
Siddhir bhawantu me sada
Stuti & Stava 839.1

Om Hyang Widhi, Sakti-Mu selaku Maha Dewi dari Brahma,
Pancaran Pradana dari Brahma.
Saraswati, Dewi kemampuan berpikir, Saraswati tiada tara kebijaksanaanNya
AUM, Dewi Saraswati hamba menyembah-Mu.
Aum, Saraswati sebagai pemberi Anugrah, dalam bentuk yang didambakan
Semogalah atas segala dharma yang hamba lakukan sukses selalu atas karunia-Mu.

“Om Hyang Widdhi , Engkau adalah Ibu Kami , Anugrahilah kami ilmu kebijaksanaan, Atas anugrah-Mu semoga Ilmu menjadikan kami hidup berbahagia, Smasta Loka sukino bawantu, semoga semua mahkluk berbahagia“

Demikianlah cara umat Hindu menghormati anugrah Tuhan yang berupa Ilmu pengetahuan suci dan ilmu pengetahuan material serta kebijaksanaan.