Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Galungan Rabu, 1 Februari 2012

Rabu pagi hari ini 1 Feburai 2012 ribuan umat Hindu di Denpasar memenuhi Pura Jagatnatha untuk bersembahyang perayaan hari Galungan.

Pemangku atau pengurus Pura Jagatnatha Denpasar Jero Mangku Ida Bagus Ketut Japa menjelaskan, Galungan bermakna sebagai hari kemenangan atau dharma melawan adharma atau keburukan.

"Adharma adalah suatu sifat yang buruk yang ada di dalam diri manusia, saat itulah dharma atau kebaikan dalam diri manusia berusaha untuk memerangi keburukan sebelum tiba Galungan atau yang disebut penampahan," jelasnya.

Biasanya, kata Jero Mangku Japa, pada hari penampahan atau sebelum hari Galungan, umat Hindu melakukan sesembahan dengan memotong babi atau ayam yang dipersembahkan untuk Yadnya.

"Penampahan berarti tampa atau saat untuk mendekatkan diri dengan kebaikan yakni mendekatkan diri pada hari Raya Galungan," katanya.

Di Pura Jagatnatha pada dua hari sebelum Galungan sudah disiapkan, termasuk sesajen yang akan dipersembahkan, yakni penuajan pada hari Senin (30/1/2012), dan penampahan pada Selasa (31/1/2012), lalu galungan pada hari ini 1 Februari 2012.

"Disinilah umat diuji ketabahan dan imannya oleh tiga butha: butha galungan, butha dedungulan, dan butha amangkurat," kata Jero Mangku Japa.

Pura ini pun sudah dipenuhi umat sejak pagi karena para umat harus bergantian melakukan sembahyang bersama keluarga masing-masing. Diperkirakan perayaan Galungan ini akan ramai pada malam hari sebagai puncak waktu persembahyangan umat Hindu.

Umumnya, warga Denpasar yang melakukan sembayang di Pura Jagatnatha karena umat Hindu di luar daerah seperti Lombok dan sekitarnya tidak sempat untuk pulang ke kampung halamannya.

Perayaan Galungan pun tidak hanya dilakukan upacara sembahyang melainkan juga menjadi sebuah obyek wisata turis asing. Sejumlah wisatawan asing tampak bedatangan untuk meyaksikan umat Hindu yang tengah bersembahyang, beberapa turis mengenakan pakaian adat Bali.