Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pratisentana Sira Arya Kanuruhan – Pasek Tangkas Kori Agung (PSAK-PTKA) Sibetan Karangasem Bali Mengadakan Ngaben Massal

Pratisentana Sira Arya Kanuruhan – Pasek Tangkas Kori Agung (PSAK-PTKA) Sibetan Karangasem Bali berencana menggelar Upacara Ngaben Massal tingkat kabupaten dengan 306 sawa. Puncak acara rencananya akan dilaksanakan pada 17 Juli 2013. Untuk mengawali upacara tersebut, Minggu 10 Februari 2013 telah dilaksanakan Upacara Ngeruak Karang dan Ngantukang Sri mengambil lokasi di Pura Penyatur Tengah Bukit Ambuh Sibetan. Menurut penjelasan Prawartaka Karya Jro I Komang Kisid, rintisan melaksanakan upacara ngaben massal harus terus dilakukan, baik ditingkat desa maupun kecamatan untuk motivasi masyarakat supaya lebih memahami hakikat upacara yadnya yang tepat, sesuai sastra agama tidak membebani umat. Untuk itu Pratisentana Sira Arya kanuruhan – Pasek Tangkas Kori Agung Sibetan Karangasem Bali juga memprakarsai pelaksanaan upacara ngaben massal tingkat kabupaten dengan menerima peserta dari semua kecamatan.
 
Pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya yang mengambil tingkat utamaning utama menggunakan sarana tiga bade dan satu petulangan singa serta direncanakan bisa dipuput oleh perwakilan sulinggih tiap – tiap kecamatan. Sementara anggaran yang direncanakan untuk membiayai upacara ngaben massal yang dirangkaikan dengan Upacara Ngeroras – Nyapu Leger – Natak Tiis Metatah – Nelu Bulanin – Ngotonin dan Ngelinggihang. Bupati Karangasem Bali I Wayan Geredeg, S.H mengatakan untuk membantu mengurangi adanya tekanan beban secara materiil dari umat Hindu dalam melaksanakan yadnya, khususnya Pitra Yadnya dari tradisi bermewah – mewah perlu terus digalakkan model pelaksanaan ngaben massal atau Pitra Yadnya massal diklangan umat hindu.
 
Dikatakan semeton karangasem hendaknya dapat lebih memaknai proses upakara secara lebih arif dan bijaksana termasuk efesian dalam segi pembiayaannya. Sebgai pengamalan dharma agama pelaksanaan ritual pengabenan, merupakan media bakti kepada leluhur sebagai kewajiban rasa hormat Pratisentana kepada kawitan yang menjadi sumber dari keberadaan hidupnya yang mempercayai sebagai utang atau Rna kepada Leluhur. Kewajiban melaksanakan upacara Pitra Yadnya dewasa ini selayaknya disesuaikan dengan kemampuan umat khususnya dilandasi rada tulus dan berpedoman pada landasan Sastra seperti lontar Yama Purana Tatwa – Dewa Tatwa – Pruwa Bumi dan yang lainnya. Peletuk Yadnya yang mengatur tentang Tata Titining pelaksanaan upacara Pitra Yadnya. Ditekankan kini sudah tidak zamannya lagi umat melaksanakan yadnya yang berkategori Tamasika Yadnya atau yang menonjolkan kemewahan, melaikan harus dilakukan secara tulus dan iklas dengan seefisien mungkin sehingga tidak memberatkan umat. Pemkad Karangasem akan mendukung penuh umat yang berhasil melaksanakan upacara secara massal dan bakal membantu melalui bantuan social sesuai kemampuan keuangan daerah. Dalam upacara Ngeruak hadir ketua Umaum I Nengah Sumardi, S.E M.Si dan Prawartaka Karya lainnya I Nyoman Sepel Dianta.