Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Jenis ulatan kelabang

Jenis ulatan kelabang

setiap melakukan upacara, pastilah krama bali melihat jenis anyaman ini, yang terbuat dari daun kelapa. umumnya anyaman ini sering disebut dengan Kelabang.

Kelabang adalah sebuah anyaman dari daun kelapa tua yang pelepahnya masih utuh, sehingga kelihatan seperti sebidang dinding.

Makanya dan fungsi kelabang kurang lebih sebagai berikut : Kelabang berasal dari dua suku kata yaitu kala dan abang, dimana suku kata kala dapat diartikan suatu kekuatan Sang Hyang Widhi yang bermutu Asuri Sampad (keraksasaan).

Dengan adanya kekuatan kala, akan menimbulkan kesidian, karena kala tersebut adalah merupakan manifestasi dari Tri Guna ( Rajasika ) sehingga hal tersebut akan menjadi kekuatan gaib tertentu.


Suku kata abang diilustrasikan sebagai Brahma, Brahma adalah merupakan kekuatan pencipta dalam menciptakan perlindungan sebagai proteksi dan menciptakan suatu kehidupan secara spiritual.

Contoh : Setiap pelaksanaan baik kerja adat maupun upacara agama selalu membuat tetaring, membuat panggung, dibuat dinding sepanjang tembok pemerajaan pada saat mekarya. Menurut kepercayaan Hindu biasanya terjadi dimasyarakat, apabila ada orang sakit yang cukup keras maka dipasangkan sebidang kelabang pada ruang tidur orang yang sakit itu,  dan biasanya dipasang diatas yaitu di lubang angin atau loster.

Demikin juga ada umat yang melahirkan, biasnya sebidng kelabang sebagai dinding ari-arinya, hal ini semua bertujuan untuk perlindungan baik secara nyata maupun secara spiritual dari hal-hal yang bersifat mengganggu.

secara umum kelabang ada beberapa macam, diantaranya

KELABANG WONG-WONGAN (KALA BADEG)

Kelabang ini dibuat dari daun kelapa tua yang masih menyatu dengan pelepahnya, dibuat anyaman menyerupai manusia, merupakan simbul Sang Kala Wong atau Sang Kala Badeg.

Kelabang wong-wongan dipakai sebagai alas upakara perkawinan  (pesakapan/pekala-kalaan) sebagai personifikasi sang penganten yang masih dianggap cuntaka perorodan, oleh karena itu perlu diadakan upacara penyucian diri menjelang masuk ke alam grehasta asrama, agar nantinya mendapatkan anak yang Suputra.

KELABANG DANGAP-DANGAP

Kelabang ini bahannya terbuat dari daun kelapa tua yang masih melekat pada pelepahnya, dibuat anyaman seperti binatang, memiliki bentuk kepala, badan dan ekor. Kelabang ini dipakai sebagai alas upakara caru, memiliki makna simbul sebagai kekuatan butha kala yang dapat diilustrasikan dari kata dangap-dangap yang artinya suka menggangu kehidupan manusia, karena butha kala pun mengharapkan sorga. Untuk mendapatkan sorga, harus dibantu oleh manusia berupa penyupatan, maka umat Hindu setiap saat membuat upakara caru sebagai penyupatan (pengeruat) agar memperoleh keseimbanga dengan lingkungannya.

KELABANG TARING

Klabang Taring maknanya membuat pikiran menjedi lebih terang (suci), taring juga sebagai simbol langit, sehingga pelengkap kelabang taring adalah hiasan daun enau muda yang disebut dengan ambu, yang diartikan sebagai awan dilangit.

KELABANG MANTRI atau SAKTI

Klabang mantri merupakan ulatan kelabang yang umumnya digunakan dalam upacara yadnya. dimana kelabang mantri ini memiliki fungsi untuk "ngilangin sarwa leteh" menghalangi energi buruk yang mengancam pemilik/yang menjalankan yadnya, baik berupa desti aneluh nerangjana serta mahluk gaib yang hendak mengganggu jalannya upacara yadnya.
kelabang mantri ini biasanya ditaruh di tembok penyengker, atau digunakan sebagai tembok peyadnyan, sering juga ditaruh diatas pintu masuk rumah/kamar bagi orang tua yang memiliki bayi.

KELABANG SENGKUI

kelabang ini hampir mirip dengan kelabang dangap-dangap.
biasanya kelabang sengkui ini digunakan dalam ritual upacara bhuta yadnya (caru), dimana jumlah ulatan kelabang ini mengikuti jumlah urip pecaruan. makna kelabang ini adalah nyupat dan nyomia bhuta kala.

KELABANG LOSOK

merupakan ulatan klabang yang memiliki fungsi untuk menhilangkan energi negatif, menghindarkan pengaruh desti dan buta kala dalam upacara yadnya. biasanya kelabang ini digunakan dalam ritual membungkus tulang belulang yang sudah hangus terbakar (galih) saat upacara ngaben untuk kemudian dimasukan ke dalam bungkak nyuh gading.

demikian sekilas tentang KELABANG atau KLABANG yang diambil dari berbagai sumber. semoga bermanfaat.