Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Upacara Melaspas

Upacara Melaspas

Upacara Melaspas

Melaspas harus dilaksanakan untuk keluarga Hindu yang sudah usai membangun rumah tinggalnya. Kecuali tempat tinggal upacara melaspas dilaksanakan pada bangunan lain seperti bangunan suci(pura,merajan dan lain-lain) hotel, kantor, toko bahkan juga kandang. Upacara melaspas mempunyai tujuan untuk bersihkan dan menyucikan bangunan secara niskala saat sebelum dipakai atau dihuni. Melaspas dengan bahasa Bali mempunyai makna Mlas maknanya Pisah dan Cocok artinyany Pas, penjelasan makna Melaspas yakni sebuah bangunan dibikin terbagi dalam elemen yang lain ada kayu ada juga tanah(bata) dan batu, selanjutnya digabungkan terciptalah bangunan yang pantas(cocok) untuk dihuni.

Upacara Melaspas harus dilaksanakan Umat Hindu di Bali dan sudah jadi adat sampai sekarang, Melaspas dilaksanakan mempunyai tujuan untuk terbentuknya ketenangan dan kenyamanan untuk bagian keluarga yang tinggal di dalam rumah itu terbebas dari beberapa hal yang tidak diiginkan.

Jenjang upacara melaspas, seperti upacara-upacara yang lain yakni:
  1. Kanista, upacara yang dilaksanakan paling simpel
  2. Madya, Upacara yang dilaksanakan termasuk sedang.
  3. Khusus, Upacara yang dilaksanakan termasuk besar.
Awalnya dilaksanakan upacara Melaspas, dilaksanakan lebih dulu mecaru.
  1. Nedunang Bhutakala
  2. Menghaturkan Labaan
  3. Kembalikan ketempatnya semasing.
Seterusnya baru dilaksanakan upacara Melaspas, Serangkaian upacara melaspas sebagai berikut ini:
  1. Menyampaikan orti pada mudra bangunan
  2. Menempatkan ulap ulap pada bangunan, ulap ulap terpasang bergantung tipe bangunan ( ulap ulap kertas yang dicatat dengan hurup rajahan ).
  3. Jika bangunan itu tempat suci karena itu landasan banguan dikeduk lubang untuk taruh pedagingan, jika bangunan khusus di isi pedagingan pada pucuk dan madya , di bagian pucuk diisi padma dari emas.
  4. Pangurip urip, arang bunga digoreskan pada setiap bangunan (menyimbolkan tri murti, Brahmana, Visnu, Iswara), jadi umat Hindu Bali yakin jika bangunan yang dibangun itu menpunyai daya hidup.
  5. Ngayaban banten ayaban dan ngayaban pras pamlaspas yang didului memberi sesajen pada sangkal surya ( Tangkai bambu yang membubung tinggi)
  6. Ngayaban caru prabot
  7. Ngenteg-Linggih. Jika yang di Melaspas ialah tempat suci (palinggih), lalu upacaranya pada tingkat madya dan nistaning khusus dapat dikerjakan sekalian.
Pucuk upacara melaspas biasanya dibarengi dengan menanamkan tiga tipe wujud banten yang disebutkan "Orti". Tiga tipe banten Orti itu ialah Orti Jumpa, Orti Ancak dan Orti Bingin. Tiga Orti ini memvisualisasikan arti dari tempat tinggal itu. Orti Jumpa sebagai lambang yang menggambarkan tempat tinggal itu sesudah dipelaspas bukan serangkaian beberapa bahan bangunan yang memiliki sifat sekala semata-mata yang tidak bernyawa, tapi telah diketemukan dengan kemampuan religius yang niskala dengan upacara yadnya yang keramat. Ini maknanya tempat tinggal itu telah hidup atau "maurip" secara keagamaan.

Ringkasannya, Upacara Melaspas dilaksanakan mempunyai tujuan untuk meminta ke Hyang Widhi Wasa supaya bagunan yang akan dihuni diberi karunia keselamatan dan kerahayuan untuk semuanya yang ada di dalamnya.